
Minggu ini adalah minggu libur. Ya, bagi sebagian orang, 29 sept-4 okt adalah libur (cuti bersama). Krn adanya Lebaran. Ooh iya, saya mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H.
Libur lebaran ini, membawa dampak yang cukup signifikan. Mengapa? Bagi saya yang tinggal di ibukota tercinte (Jakarte maksudnya), lebaran bisa membuat Jakarta sepi. Sepi dari kemacetan, sepi dari orang2 dan itu sungguh menyenangnkan. Yaaah, kejadian yang hanya bisa saya rasakan setahun sekali ini memang benar2 saya manfaatkan .
Dampak yang cukup signifikan berikutnya adalah, arus lalin ke daerah menjadi tersendat. Terutama ke arah puncak, bandung (kayaknya itu selalu macrt ya). Lalu daerah2 seperti Yogyakarta juga macet (jadi inget dulu wkt kuliah disana).
Yaah, keisengan saya keluar. Dimana setiap pagi saya naik koridor 9 TransJ (pluit-pinang ranti) dan selali turun di Kuningan Barat, kini saya mencoba dari ujung ke ujung. Yapz, saya mencoba turun di pinang ranti. Huahahah, perjalanan singkat. Hanya sekitar 1 jam. Lalu lintas sepi, bus pun tidak berdesak-desakan.
Saya sempat mengabadikan moment2 bus TransJ sepi. Benar2 langka. Biasa setiap saya pulang kerja harus adu otot dengan wanita2 dan pria, kini saya duduk anteng hingga tujuan.
Perjalanan saya dimulai dari pluit-pinang ranti-semanggi (benhil)-bunderan HI. Hahaha, menikmati sepinya ibukota tercinte.
Oke, bagi para pendatang yg newbie, welcome to Jakarta, selamat mengadu nasib disini. Dan semoga tidak betah yaaa. Krn kalo sampai betah, wadduuhh,, makin ramai aja..
Filed under: i think i, When life is | Tagged: Busway, Ibukota, Ied, Jakarta, Lebaran, Liburan, TransJ | Leave a Comment »




